:: Mau dapatkan semua berita terhangat di negeri ini dan luar negeri ya.. cuma disini tempatnya. Digital News 4U Menyajikan berita terhangat dan unik ::
TopBottom
Announcement: wanna exchange links? contact me at infoyudijs@gmail.com.
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Fakta Tentang Seorang Adolf Hitler

Posted by yudijs | Digital News 4U at Kamis, 11 November 2010
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit




Di mana-mana sosok Hitler
memang digambarkan kejam dan diktator tidak
berperikemanusiaan, tapi
benarkah itu? Ini lah Fakta
Tentang Seorang Adolf Hitler
yang mungkin diketahui.

* Bercita-cita jadi seorang
Pelukis/Seniman. Tetapi Ayahnya ingin dia jadi Pegawai Negeri jadinya dia
di gebukin melulu dan dimasukin ke sekolah akademik dan bukan seni.

*Ibunya selalu menginginkan
yang terbaik buat Hitler dan
memberikan kasih sayang yang
besar untuk
Hitler. Ibunya selalu memeluk
Hitler sehabis dipukuli ayahnya
dan Sepanjang hidupnya Hitler
selalu
membawa foto ibunya didalam
sakunya sampai akhir hayatnya.

*Hitler sebenarnya anak yang
pandai di sekolah tetapi dia
tidak suka sekolah akademis dan
lebih ingin
masuk sekolah seni. Akhirnya dia
malas2xan dan rapornya
mendapatkan nilai jelek.
Ayahnya sangat
marah kepadanya dan
memukulinya habis2xan. Hitler
memutuskan meninggalkan
sekolah pada usia 15
thn dengan mendapat dukungan
ibu nya, dia memutuskan
mengadu nasib ke Wina untuk
hidup sebagai
seorang seniman.

*Ikut test buat bea siswa di
Universitas seni di Wina, tetapi
profsor yang ngujinya bilang dia
lebih
cocok jadi Arsitek dibanding
Seniman. Sialnya gak keterima
karena dia gak punya
pendidikan Tekhnik
yang dibutuhin.

*Jadi gelandangan selama 5 thn,
hidup di rumah kumuh di Wina,
tinggal bersama keluarga Yahudi
dalam sebuah rumah sempit
dengan 6 orang lainnya.

*Menjadi pelukis jalanan dan
menerima makanan sumbangan
dari Gereja. Karena kasihan
dengan
Hitler seorang Yahudi yang
berbisnis jual beli barang seni
bernama Max Rothman
mengambil Hitler
sebagai pegawainya. Dia
ditugaskan melukis untuk kartu
pos dan mendapatkan upah
minimum.

*Ketika PD 1 pecah, dia menjadi
Sukarelawan pasukan Bavaria
(Prusia) walaupun dia
sebenarnya WN
Austria dan bukan Jerman. Dia
sebelumnya melamar masuk jadi
prajurit Austria tetapi di tolak
karena
tidak lolos tes kesehatan,
laporan kesehatan nya yang
masih ada sampai sekarang
menyebutkan bahwa
Hitler terlalu lemah untuk
membawa perlengkapan standar
militer yang seberat 48 kg saat
itu dan
berjalan sejauh 5 km. Dia juga
tidak mampu mengangkat
Rifflegun dalam waktu yg
lama. Dia juga
disebutkan mengalami malnutrisi
karena bertahun2x tidak
mendapatkan gizi yang cukup.

*Ketika Resimennya dikirim ke
garis depan, mereka terkena
tembakan Artileri pasukan
perancis dan
600 orang hanya 32 yang
selamat dan termasuk Hitler. Dia
selamat karena badannya yang
kecil tidak
kuat membawa ransel tentara
yang besar sehingga jalannya
dibelakang resimennya.

*Karena tubuhnya yang kecil
dan larinya yg cepat, dia mudah
melalui parit2x pertahanan yang
sesak
dan sempuit, Hitler ditugaskan
menjadi pengirim pesan. Suatu
kali paritnya diserang gas
beracun, tetapi
Hitler tidak berada ditempat
karena sedang mengantar
pesan. Dia terlambat kembali
gara2x
menyelamatkan seekor anjing
Herder jerman yang dibawanya
bersamanya. Selamatlah Hitler
dari
serangan Gas beracun.

*Hitler walaupun tidak disukai
oleh sesama prajurit dan
karena tubuhnya yang kecil
dibandingkan
rata2x prajurit Jerman, maka
dia sering menjadi bahan
tertawaan. Tetapi
keberaniannaya diakui oleh
para atasannya. Hitler menerima
6 medali tertinggi untuk
keberanian yaitu The Iron Cross.
Dia
seringkali harus berlari
menghindari tembakan senjata
musuh hanay demi mengirimkan
surat kepada
komandan di garis depan.

*Suatu kali juga, Hitler sedang
duduk didalam kemahnya
bersama prajurit yang lain,
kemudian Anjing
Herder itu lepas dan Hitler
mengejarnya sambil jatuh
bangun. Prajurit2x yang lain
mentertawakan
kejadian itu, dan Hitler pun
kesal. Akhirnya dia menyeret
anjingnya keluar untuk di
tembak. Sesaat
setelah Hitler keluar dari tenda
dan membawa Anjingnya, Artileri
Berat menghantam Kemah itu
dan
seluruh anggota Pletonnya
tewas hanya tersisa Hitler
seorang saja.

*Di akhir PD 1, dia terkena
serangan gas mustard tetapi
tidak menewaskan dirinya,
hanya membutakan
matanya sementara akibat dia
telat menggunakan masker. Dia
berlari kemana anjingnya
menuntunnya
dan kemudian tersangkut
dikawat berduri. Dia selamat
karena menjauhi arah hembusan
angin yg
membawa gas beracun.

*Dikabarkan bahwa dokter
telah mendiagnosa bawha Hitler
akan buta selamanya seperti
prajurit lain
yang terkena gas mustard,
tetapi karena Hitler menangis
terus menerus selama beberapa
hari ketika
mendengar kekalahan Jerman,
hal ini membuat matanya yg
masih dibungkus perban menjadi
lembab
dan ketika dokter membuka
perban itu, Hitler dapat melihat.

*Seorang Kapten atasan Hitler
pada PD1 berkata bahwa Hitler
tidak akan mampu memiliki karir
cemerlang dibidang militer
karena Hitler tidak memiliki
attribut kepemimpinan dan
tidak akan bisa jadi
seorang pemimpin.

*Hitler adalah seorang pemalu,
walaupun dia mampu berbicara
berapi-api dihadapan ribuan
orang,
tetapi dia memiliki
kecenderungan untuk canggung
berhadapan 1-1 dengan lawan
bicaranya.

*Hitler adalah seorang
Vegetarian (walaupun
terkadang dia makan daging,
atas saran dokternya), tidak
minum bir atau alkohol (hanya
minum Wine sesuai saran
dokternya) dan tidak merokok.
Dia sangat
Anti-Rokok dan dimana dia
berada tidak boleh ada asap
rokok, walaupun dia tidak
mengeluarkan
larangan untuk rokok tetapi
seperti sudah diketahui umum
bahwa tidak boleh merokok di
tempat umum
terutama di Berlin dan Munich
kalo tidak mau di ciduk sama SS.

*Hitler menawarkan sebuah jam
tangan emas bagi para
bawahannya yang bisa
menghentikan kebiasaan
merokok mereka. Ketika Hitler
bunuh diri, sebagian besar
perwira militer di bunkernya
langsung
menyalakan rokok dan
menghisap rokok untuk
meredakan ketegangan karena
saat itu Berlin sudah
dikepung tentara merah Sovyet.

*Hitler tidak mengijinkan
perburuan binatang untuk
diambil bulunya, dia
memerintahkan pasukan Nazi
untuk menggunakan bahan
sintetis sebagai selimut dan
jubah musim dingin.

*Hitler acap kali mengambarkan
proses penyembelihan binatang
dan proses pengolahan daging
secara
eksplisit dan mengajak agar
orang lain tidak memakan
daging dan menjadi vegetarian
seperti dirinya.

*Hitler memerintahkan martin
borman untuk membuat rumah
kaca khusus sebagai tempat
menumbuhkan sayuran dan
buah2xan untuk di konsumsi
Hitler.

*Hitler pernah berkata bahwa
Orang yang lebih dia benci dari
Orang Yahudi adalah suami yang
memukul Istrinya/anaknya dan
menelantarkan keluarganya.
Menurut Dia orang jenis ini
harus di
hukum mati.

*Walaupun orang
menganggapnya Diktator yg
bisa berbuat apa saja, tetapi
Hitler hanya memiliki uang
sejumlah 180,000 Reichmark
saja di dalam tabungannya. Itu
semua didapatkannya dari
penjualan buku
dan gajinya sebagai
Reichchancelor selama 12 thn.
Dia tidak pernah mengambil
sepeser pun uang
negara dan menkontribusikan
apapun yang dia punya untuk
3rd Reichnya.

*Hitler sangat mengagumi
Mussolini dan menjadikan
Mussolini sebagai Idolanya
sampai dia bertemu
langsung dengan Mussolini dan
merubah pandangannya soal ini.

*Hitler adalah seorang
Protestant walaupun terlahir
dari sebuah keluarga Catholic.
Dia mengidolakan
Martin Luther sebagai seorang
Reformator sejati.

*Walaupun sering digambarkan
mengenakan seragam militer,
Hitler tidak pernah mengenyam
pendidikan militer apapun dan
pangkat terakhir Hitler didalam
bidang Militer adalah seorang
Kopral.

*Seragam Coklat SA dan Hitler
Youth di rancang oleh Hugo
Boss pada thn 1933. Dikemudian
hari
Hugo Boss juga mengerjakan
pembuatan seragam hitam SS.
Hitler sangat menyukai seragam
yang
dirancang Hugo Boss dan
mereka mendapatkan sebagian
besar kontrak pembuatan
seragam Nazi.

*Hitler menginginkan sebuah
mobil "murah meriah" bagi
rakyatnya, dia mengambarkan
konsep mobil
yg di inginkannya diatas
selembar kertas tissue pada
sebuah acara makan malam dan
diberikan kepada
Dr Ferdinand Porsche untuk
membuatnya. Mobil ini
dikemudian hari dikenal dengan
nama VW
(Volkswagen/mobil rakyat).

Sumber : http://wikipedia-indonesia.blogspot.com


Sejarah Penciptaan Lambang Burung Garuda

Posted by yudijs | Digital News 4U at Selasa, 09 November 2010
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit




Garuda merupakan lambang
Negara Indonesia, hampir semua
orang tahu itu. Namun hanya
sebagian orang saja yang
mengetahui siapa penemunya
dan bagaimana kisah hingga
menjadi lambang kebanggaan
negara ini.

Sewaktu Republik Indonesia
Serikat dibentuk, dia diangkat
menjadi Menteri Negara Zonder
Porto Folio dan selama jabatan
menteri negara itu ditugaskan
Presiden Soekarno
merencanakan, merancang dan
merumuskan gambar lambang
negara.Dia lah Sultan Hamid II
yang berasal dari Pontianak.

Dia teringat ucapan Presiden
Soekarno, bahwa hendaknya
lambang negara mencerminkan
pandangan hidup bangsa, dasar
negara Indonesia, di mana sila-
sila dari dasar negara, yaitu
Pancasila divisualisasikan dalam
lambang negara. Tanggal 10
Januari 1950 dibentuk Panitia
Teknis dengan nama Panitia
Lencana Negara di bawah
koordinator Menteri Negara
Zonder Porto Folio Sultan Hamid
II dengan susunan panitia teknis
M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar
Dewantoro, M A Pellaupessy,
Moh Natsir, dan RM Ng
Purbatjaraka sebagai anggota.
Panitia ini bertugas menyeleksi
usulan rancangan lambang
negara untuk dipilih dan
diajukan kepada pemerintah.

Merujuk keterangan Bung Hatta
dalam buku "Bung Hatta
Menjawab" untuk melaksanakan
Keputusan Sidang Kabinet
tersebut Menteri Priyono
melaksanakan sayembara.
Terpilih dua rancangan lambang
negara terbaik, yaitu karya
Sultan Hamid II dan karya M
Yamin.

Pada proses selanjutnya yang
diterima pemerintah dan DPR RIS
adalah rancangan Sultan Hamid
II. Karya M Yamin ditolak karena
menyertakan sinar-sinar
matahari dan menampakkan
pengaruh Jepang.
Setelah rancangan terpilih,
dialog intensif antara perancang
(Sultan Hamid II), Presiden RIS
Soekarno dan Perdana Menteri
Mohammad Hatta, terus
dilakukan untuk keperluan
penyempurnaan rancangan itu.
Terjadi kesepakatan mereka
bertiga, mengganti pita yang
dicengkeram Garuda, yang
semula adalah pita merah putih
menjadi pita putih dengan
menambahkan semboyan
"Bhineka Tunggal Ika".
Tanggal 8 Februari 1950,
rancangan final lambang negara
yang dibuat Menteri Negara RIS,
Sultan Hamid II diajukan kepada
Presiden Soekarno. Rancangan
final lambang negara tersebut
mendapat masukan dari Partai
Masyumi untuk
dipertimbangkan, karena
adanya keberatan terhadap
gambar burung garuda dengan
tangan dan bahu manusia yang
memegang perisai dan dianggap
bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali
mengajukan rancangan gambar
lambang negara yang telah
disempurnakan berdasarkan
aspirasi yang berkembang,
sehingga tercipta bentuk
Rajawali-Garuda Pancasila.
Disingkat Garuda Pancasila.
Presiden Soekarno kemudian
menyerahkan rancangan
tersebut kepada Kabinet RIS
melalui Moh Hatta sebagai
perdana menteri. AG
Pringgodigdo dalam bukunya
"Sekitar Pancasila" terbitan Dep
Hankam, Pusat Sejarah ABRI
menyebutkan, rancangan
lambang negara karya Sultan
Hamid II akhirnya diresmikan
pemakaiannya dalam Sidang
Kabinet RIS. Ketika itu gambar
bentuk kepala Rajawali Garuda
Pancasila masih "gundul" dan
"tidak berjambul" seperti
bentuk sekarang ini. Inilah karya
kebangsaan anak-anak negeri
yang diramu dari berbagai
aspirasi dan kemudian dirancang
oleh seorang anak bangsa,
Sultan Hamid II Menteri Negara
RIS.

Presiden Soekarno kemudian
memperkenalkan untuk pertama
kalinya lambang negara itu
kepada khalayak umum di Hotel
Des Indes Jakarta pada 15
Februari 1950. Penyempurnaan
kembali lambang negara itu
terus diupayakan. Kepala
burung Rajawali Garuda
Pancasila yang "gundul" menjadi
"berjambul" dilakukan. Bentuk
cakar kaki yang mencengkram
pita dari semula menghadap ke
belakang menjadi menghadap ke
depan juga diperbaiki, atas
masukan Presiden Soekarno.
Tanggal 20 Maret 1950, bentuk
final gambar lambang negara
yang telah diperbaiki mendapat
disposisi Presiden Soekarno,
yang kemudian memerintahkan
pelukis istana, Dullah, untuk
melukis kembali rancangan
tersebut sesuai bentuk final
rancangan Menteri Negara RIS
Sultan Hamid II yang
dipergunakan secara resmi
sampai saat ini.

source: http://halpalingunik.blogspot.com


Label:

Mahar dengan Kepala Manusia

Posted by yudijs | Digital News 4U at Minggu, 31 Oktober 2010
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit




Tradisi dalam pernikahan setiap daerah
berbeda-beda. Pada umumnya,
saat melamar pihak laki-laki
akan memberi barang-barang
tradisional yang terbuat dari
emas atau perak dalam bentuk
perhiasan, hewan ternak atau
sejumlah uang kepada pihak
perempuan.

Namun lain halnya dengan
tradisi suku Dayak Iban pada
zaman dahulu yang mendiami
Desa Dayak Landau Podah,
Kabupaten Sekadau, Kalimantan
Barat. Tradisi Ngayau berlaku
sebagai suatu proses
persetujuan untuk menikahi
perempuan Dayak dengan
memberikan kepala manusia
sebagai maharnya.

Cerita Amir Syarif Siregar,
peserta Aku Cinta Indonesia
(ACI) detikcom, selama berada di
rumah betang tempat
penyimpanan tengkorak kepala
manusia dari zaman dahulu yang
ditemani kepala adatnya
langsung.

"Sebelum lamarannya diterima
oleh pihak keluarga perempuan,
calon pria diharuskan berburu
kepala dari desa lain dan
dipenggal. Lalu dikasih ke pihak
perempuan, apabila diterima
maka akan diberikan kain tenun
yang dibuat sendiri oleh
perempuan dayak," ujar Amir,
ketika dihubungi detikcom,
Jumat (29/10/2010).

"Penggalan kepala manusia
menandakan keseriusan pria
dayak terhadap perempuan
dayak yang akan dinikahinya," sambungnya.
"Kepala manusia yang telah
di penggal disimpan di rumah
betang, rumah adat," lanjut
Diana Suciawati, rekan satu tim
Amir.

"Waktu mendengar di dalam
rumah ini terdapat tengkorak
manusia, aku kira tengkorak
manusia purba. Ternyata
manusia yang dikorbankan
untuk mahar bagi orang dayak
yang ingin menikah," tutur Amir.

"Awalnya aku gak berani untuk
pegang tengkoraknya. Tapi
sebelumnya aku "permisi dulu" supaya gak terjadi apa-apa.
Gak terlalu menyeremkan sih
karena ramaian, jadi gak
takut, "sambung Diana sembari
tertawa.

"Tapi sekarang sudah lama
sekali tidak dilakukan lagi, dan
diganti dengan hewan ternak
yang mereka miliki. Ngeri juga
kalau masih ada sampai
sekarang ya..


Dokumen Kesehatan Bung Karno Sebelum Wafat Di Temukan

Posted by yudijs | Digital News 4U at Kamis, 21 Oktober 2010
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit




Kisah
tentang Bung Karno (BK)
memang tak pernah
membosankan dan bisa datang
dari siapa saja. Di antaranya
dari dr. S.A.K. Soeroyo (alm.),
dokter pribadi BK sejak 1966
sampai presiden pertama kita
itu wafat pada 1970.
Pengalamannya dituturkan oleh
Ny. Soeroyo, yang juga berhasil
mengamankan dokumen
kesehatan dan catatan harian
para suster yang merawat BK.

Selulus dari Fakultas
Kedokteran UI pada 1961,
Soeroyo kena wajib militer
(wamil). Saat itu semua dokter
muda laki-laki seangkatannya
yang berbadan sehat harus ikut
wamil, karena bangsa Indonesia
sedang melaksanakan Trikora
untuk merebut Irian Barat dari
Belanda

Setelah menjalani pendidikan
militer selama beberapa bulan,
Soeroyo digabungkan dalam
pasukan PARA, Batalyon 330
Kujang I Siliwangi di Bandung. Ia
kembali menjalani latihan,
khususnya terjun payung di
Margahayu.

Namun, sebelum diterjunkan ke
medan, Irian Barat ternyata
telah berhasil direbut. Batalyon
330 Kujang I pun batal
berangkat ke sana. Soeroyo
dan teman-teman dari pasukan
PARA yang lain lalu ditarik ke
Direktorat Kesehatan Angkatan
Darat di Jakarta.

Bertepatan dengan itu, Resimen
Cakrabirawa (pasukan pengawal
Presiden Soekarno) mencari
beberapa dokter. Mereka pun
terpilih menjadi dokter pada
Resimen Cakrabirawa. Pada saat
itulah Soeroyo berkenalan
dengan BK.

Jangan ketahuan sakit
Selain menjaga kesehatan
pasukan, para dokter juga ikut
mengawal BK saat bepergian.
Setiap Jumat, Sabtu, dan
Minggu secara bergantian
mereka bersama ajudan BK
pergi ke Istana Bogor dengan
naik dua helikopter. Helikopter
pertama ditumpangi BK, yang
kedua oleh dokternya. Begitu
pula bila berkunjung ke luar
negeri, mereka bergantian
mendampingi BK.
Ia pernah bercerita, suatu
malam ada pertunjukan wayang
di Istana Bogor, padahal ketika
itu BK sedang sakit panas.
Repotnya, BK harus menonton.
Dikhawatirkan, kalau sampai
ketahuan sakit, dunia akan
geger. Untung, akhirnya ia kuat
menonton sampai pagi tanpa
terjadi apa pun.

Oktober 1965 BK berencana ke
Timur Tengah,khususnya
Aljazair. Pada saat itu Soeroyo
mendapat giliran mendampingi.
Untuk pengamanan, bersama
pasukan Intel Cakrabirawa ia
berangkat mendahului
rombongan presiden, pada 29
September 1965. Namun, seperti
kita ketahui, pecah peristiwa
G30S/PKI mengakibatkan BK
batal berangkat.

Bagaimana nasib dr. Soeroyo?
Selama sebulan penuh sejak
keberrangkatannya, tak ada
kabar dari dia. Padahal pasukan
Cakrabirawa sedang diperiksa,
karena banyak anggotanya
terlibat peristiwa G30S/PKI.
Banyak teman Soeroyo datang
menanyakan keberadaannya.
Saya hanya menjawab, "Tidak
tahu," karena memang tidak
tahu. Saya yakin Soeroyo tidak
terlibat, karena ia tidak pernah
berucap tentang akan adanya
tragedi itu.

Baru sebulan kemudian dia
pulang. Lucunya, kartu pos dan
suratnya baru berdatangan
setelah pengirimnya tiba di
rumah.

Ia pun bertutur, semendarat di
bandara di Aljazair, mereka
tidak boleh ke mana-mana dan
ditampung di KBRI. Meski
demikian mereka masih sempat
diajak jalan-jalan ke beberapa
negara di Timur Tengah dan
Eropa.

Usai peristiwa G30S/PKI, Resimen
Cakrabirawa dibubarkan.
Anggotanya yang tidak terlibat
peristiwa itu, termasuk
Soeroyo, diperintahkan
membantu para korban banjir
meluapnya Bengawan Solo.

Sekitar September 1966,
sekembali ke Jakarta dari tugas
di Solo, ia mendapat perintah
menjadi dokter pribadi BK. Ada
dua Surat Perintah. Yang
pertama dari BK sebagai
presiden, yang satunya dari
Soeharto selaku Menutama
Hankam/MenPangad. Jelaslah ia
tidak dapat menolak. Sejak itu
Soeroyo menanggalkan baju
hijau, berganti baju dokter,
"Putih bersih!" Kami sekeluarga
pun pindah dari Jakarta ke
Bogor.

Dokumen "peninggalan"
suami
Pengalaman menarik terjadi
saat BK ingin menghadiri
pernikahan salah seorang
putrinya. Ironisnya, tidak ada
orang yang mau mengantar-
jemput, padahal kesehatan BK
telah memburuk. Karena
memaksakan diri untuk hadir,
BK pun pergi dengan naik mobil
Soeroyo ke pernikahan itu.

Suatu malam Soeroyo pulang
larut malam dari Jakarta.
Katanya, keadaan BK gawat,
maka harus dirawat di RSPAD
Gatot Subroto. Esoknya, ketika
akan kembali ke Jakarta,
Soeroyo berpesan, "Kalau saya
tidak pulang dalam beberapa
hari, itu karena Bapak (Bung
Karno) rewel dan selalu marah-
marah. Saya harus di dekatnya."

Benar, selama beberapa hari ia
tidak pulang. Ketika pulang, ia
mengatakan, kondisi BK makin
parah, malah sudah dalam
keadaan tidak sadar.
Keluarganya sudah berkumpul,
termasuk Ratna Sari Dewi yang
selama itu ada di luar negeri.

Saat esoknya Soeroyo kembali
ke rumah sakit, Bung Karno
sudah wafat. Jenazahnya
dibawa ke Wisma Yaso. Karena
dilarang melayat ke Wisma Yaso,
Soeroyo pun pulang. Begitu
mendengar BK wafat, kami
merasa ada yang hilang. Selama
bertahun-tahun kami selalu
memikirkan beliau yang sudah
seperti ayah sendiri.

Setelah BK wafat, sebenarnya
Soeroyo bermaksud
meneruskan pendidikan, yakni
mendalami kardiologi. Sayang
sekali rencananya gagal.
Kendaraan yang
dikemudikannya tertubruk truk
sehingga kaca depannya hancur
dan mengenai matanya,
meninggalkan cedera dan
kecacatan. Ia terpaksa
mengundurkan diri, karena
bagian kardiologi tidak
menerima calon siswa yang
cacat mata.

Soeroyo pun mengenakan baju
hijaunya lagi dan mengabdikan
diri di RSPAD Gatot Subroto
sampai pensiun. Suami saya
meninggal pada akhir April 1997
setelah terserang stroke.

Beberapa bulan setelah ia
meninggal, saya membersihkan
rak bukunya. Tak disangka saya
temukan dua map berisi
dokumen kesehatan BK dan
sembilan buku catatan harian
para suster semasa BK dirawat
di Wisma Yaso. Warna dokumen
itu sudah kuning, karena
tersimpan selama 27 tahun.
Mungkin setelah BK wafat,
Soeroyo tidak tahu ke mana
harus menyerahkan dokumen-
dokumen itu. Ia pernah berkata,
suatu saat pasti akan ada yang
mencarinya.

Dalam dokumen itu ada catatan
kesehatan BK sejak 1966, hasil-
hasil laboratorium, hasil ECG,
hasil pemeriksaan gigi, mata, dll.
Juga ada sejumlah surat izin
dari Panglima Siliwangi, surat
permohonan Ibu Hartini kepada
Pak Harto agar BK diizinkan
dirawat di Wisma Yaso. Juga
beberapa surat undangan rapat
dari tim dokter BK yang dari
pihak tentara. Memang setiap
minggu mereka mengadakan
rapat untuk membicarakan
kesehatan BK. Hasil rapat
diserahkan pada Pak Harto.
Selain itu ada tongkat komando
sederhana pemberian BK bagi
Soeroyo.

Dari buku-buku catatan harian
suster dapat kami baca
keadaan BK. Di antaranya
tindakan medis yang diberikan,
semua kegiatan BK - mulai
bangun, mandi, sampai tidur lagi
-, juga para tamu yang datang,
dll. Catatan itu ditulis dari menit
ke menit, jam ke jam, dan hari
ke hari oleh para suster yang
menjaga dan menemani BK
secara bergantian selama
kurang lebih satu setengah
tahun.

Dokumen itu kami simpan saja.
Pernah terpikir untuk
menyerahkannya pada redaksi
suatu majalah. Pasti mereka
mau, karena mendapat cerita
menarik. Namun, hati nurani
kami menolak. Pada waktu itu
Orba masih berkuasa, Pak Harto
belum lengser.

Suatu hari di televisi saya
melihat Ratna Sari Dewi
diwawancarai para wartawan.
Beliau marah-marah akan
menuntut Pak Harto. Menurut
dia, kalau saya tidak salah
interpretasi, "Bung Karno
meninggal karena diracun."

Saya kaget. Itu tidak betul.
Saya pikir, mungkin (keluarga
BK dan pemerintah) tidak
mempunyai catatan kesehatan
BK, sedangkan yang di RSPAD
barangkali sudah hilang.

Kemudian saya mendengar, polisi
akan mencari dokumen
kesehatan BK. "Wah gawat"
Saya takut dokumen itu hilang
kalau sampai diambil oleh pihak
lain. Jadi, saya harus
menyerahkannya pada keluarga
BK. Namun, ke mana?

Akhirnya ke Rachmawati
Terlintas nama Megawati
(mantan presiden R.I). Beliau
sangat dikenal oleh masyarakat,
pasti banyak yang tahu tempat
tinggalnya. Bu Mega sedang
berkongres di Bali, karena itu
saya membuat surat yang
menceritakan keberadaan
dokumen itu di tangan kami.

Oleh karena saat itu tidak
punya kendaraan, saya naik
kereta api sampai Stasiun Pasar
Minggu, dilanjutkan dengan
menumpang ojek. Sesampai di
rumah Ibu Megawati saya
menemui satpam. Jawaban
satpam yang tidak meyakinkan
membuat saya enggan
menyerahkan surat untuk
Megawati yang sudah saya
siapkan sebelumnya. Saya
kembali menemui tukang ojek
yang sabar menunggu, dan
memintanya mengantarkan ke
Terminal Lebak Bulus. Di rumah
anak saya, melalui buku telepon
saya mencari nomor telepon
putra-putri BK lainnya.
Sayangnya, hanya ada nomor
telepon Guntur (Sukarnoputra).
Namun, saat saya telepon
berkali-kali, jawabannya hanya,
"Tidak ada di tempat".

Saya hampir putus asa.
Untungnya, kebetulan saya
membeli Majalah DR (kini sudah
tidak terbit lagi) yang memuat
kisah BK. Saya menelepon
redaksinya dan menceritakan
masalah saya. Beberapa hari
kemudian datang wartawan
majalah itu untuk melihat
dokumen-dokumen itu dan
meneliti keasliannya. Mereka
berjanji akan mengantar kami
ke rumah Rachmawati.

Dokumen-dokumen itu berhasil
kami serahkan pada Rachmawati
di rumahnya. Akhir 1998, atas
seizin Rachmawati, DR memuat
dokumen itu.

Hati saya lega. Setidaknya, saya
berhasil menyelesaikan tugas
peninggalan suami.


Label:

Rahasia Tersembunyi Dibalik Pencalonan Soeharto Menjadi Pahlawan

Posted by yudijs | Digital News 4U at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit




Mantan Ketua Umum Pengurus
Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH
Hasyim Muzadi menilai (alm)
mantan Presiden Soeharto
pantas memperoleh gelar
Pahlawan Nasional dari negara.

"Soeharto pantas jadi
pahlawan," tandas Hasyim, yang
kini aktif sebagai Sekretaris
Jenderal Konferensi
Internasional Cendekiawan Islam
(International Conference of
Islamic Scholars/ICIS) di Jakarta.

Hasyim mengemukakan hal itu
terkait masuknya nama
Soeharto bersama sembilan
tokoh lainnya sebagai calon
penerima gelar pahlawan yang
diajukan pemerintah berdasar
masukan dari masyarakat yang
mengundang pro-kontra.
"Soeharto pantas jadi pahlawan
bukan karena tanpa kekeliruan,
namun setiap zaman ada
orangnya dan setiap orang ada
zamannya," katanya.

Menurut Hasyim, mengukur jasa
Soeharto terhadap negara
tidak bisa hanya diukur atau
dilihat dari suasana Indonesia
hari ini. "Soeharto memulai
kekuasaannya dalam suasana
revolusioner. Tanpa Soeharto,
Indonesia sudah menjadi negara
komunis, tanpa Pancasila, tanpa
UUD 1945, dan tanpa agama,"
tandasnya.

"Soeharto pantas jadi pahlawan
bukan karena tanpa kekeliruan,
namun setiap zaman ada
orangnya dan setiap orang ada
zamannya.

Dikatakannya, saat itu Dewan
Revolusi Partai Komunis
Indonesia (PKI) telah terbentuk
dari pusat, Jakarta, sampai
tingkat desa, siap mengambil
alih kekuasaan andaikan
pemberontakan berhasil.

Diakuinya, Soeharto melakukan
rehabilitasi kenegaraan dengan
ongkos mahal. Pada 15 tahun
pertama tampak gemilang,
pembangunan berjalan pesat.
Namun, pada 15 tahun
berikutnya mulai tampak
kesewenang-wenangan, korupsi,
dan nepotisme akibat
sentralisasi kekuasaan.

"Maklum, yang kuasa tentara
dan birokrasi, jadi tidak ada
kontrol, kata kiai yang
menyandang gelar Doktor
Honoris Causa bidang
kebudayaan Islam itu.

Pada bagian lain, Hasyim
mengatakan, saat ini memang
perlu dilakukan rekonsiliasi
nasional agar negara tidak
hidup dalam dendam.

"Apalagi kebanyakan kelompok
PKI telah hidup normal bersama
warga negara lainnya, bahkan
sangat banyak yang jadi santri,
bahkan jadi kiai mendirikan
pondok pesantren. Sehingga,
rekonsiliasi nasional adalah
sebuah keniscayaan," katanya.

Namun, lanjut Hasyim, masih
adanya kelompok kecil PKI yang
ngotot menerapkan marxisme-
leninisme di Indonesia tetap
harus dicegah, bukan karena
masalah dendam, melainkan demi
tegaknya negara Pancasila yang
berketuhanan.


Label:

Foto Bung Karno Shalat di Amerika Serikat

Posted by yudijs | Digital News 4U at Selasa, 19 Oktober 2010
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit




Berikut adalah foto Kunjungan Presiden Sukarno ke
Amerika Serikat tahun 1956.

Ketika tiba saatnya shalat,
Bung Karno dan rombongan
menuju salah satu masjid di
sana untuk bersujud.

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2349489


Label: