:: Mau dapatkan semua berita terhangat di negeri ini dan luar negeri ya.. cuma disini tempatnya. Digital News 4U Menyajikan berita terhangat dan unik ::
TopBottom
Announcement: wanna exchange links? contact me at infoyudijs@gmail.com.
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Cintailah Apa Adanya (Arti Sebuah Cinta)

Posted by yudijs | Digital News 4U at Kamis, 06 Januari 2011
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit




Suami saya adalah seorang
insinyur, saya mencintai sifatnya
yang alami dan Saya menyukai
perasaan hangat yang muncul
dihati saya ketika saya
bersandar di bahunya yang
bidang.

Tiga tahun dalam masa
perkenalan, dan dua tahun
dalam masa pernikahan,saya
harus akui, bahwa saya mulai
merasa lelah, alasan-alasan
saya mencintainya dulu telah
berubah menjadi sesuatu yang
menjemukan. Saya seorang
wanita yang sentimentil dan
benar-benar sensitif serta
berperasaan halus. Saya
merindukan saat-saat romantis
seperti seorang anak yang
menginginkan permen. Tetapi
semua itu tidak pernah saya
dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari
yang saya harapkan. Rasa
sensitif-nya kurang. Dan
ketidakmampuannya dalam
menciptakan suasana yang
romantis dalam pernikahan kami
telah mementahkan semua
harapan saya akan cinta yang
ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri
untuk mengatakan keputusan
saya kepadanya, bahwa saya
menginginkan perceraian.

"Mengapa?", dia bertanya
dengan terkejut. "Saya
lelah, kamu tidak pernah
bisa memberikan cinta
yang saya inginkan".
Dia
terdiam dan termenung
sepanjang malam di depan
komputernya, tampak
seolah-olah sedang
mengerjakan sesuatu, padahal
tidak.

Kekecewaan saya semakin
bertambah, seorang pria yang
bahkan tidak dapat
mengekspresikan perasaannya,
apalagi yang bisa saya
harapkan darinya? Dan
akhirnya dia bertanya, "Apa
yang dapat saya lakukan untuk
merubah pikiranmu?"
.

Saya menatap matanya dalam-
dalam dan menjawab dengan
pelan, "Saya punya
pertanyaan, jika kau dapat
menemukan jawabannya di
dalam hati saya, saya akan
merubah pikiran saya:
Seandainya, saya menyukai
setangkai bunga indah
yang ada di tebing gunung
dan kita berdua tahu jika
kamu memanjat gunung
itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan
melakukannya untuk saya?"

Dia
termenung dan akhirnya
berkata, "Saya akan
memberikan jawabannya
besok".
Hati saya langsung
gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada
di rumah, dan saya menemukan
selembar kertas dengan oret-
oretan tangannya dibawah
sebuah gelas yang berisi susu
hangat yang bertuliskan...
"Sayang, saya tidak akan
mengambil bunga itu
untukmu, tetapi ijinkan
saya untuk menjelaskan
alasannya."
Kalimat
pertama ini
menghancurkan hati saya.
Saya melanjutkan untuk
membacanya.

"Kamu bisa mengetik di
komputer dan selalu
mengacaukan program di
PC-nya dan akhirnya
menangis di depan monitor,
saya harus memberikan
jari-2 saya supaya
bisa membantumu dan
memperbaiki programnya.
Kamu selalu lupa membawa
kunci rumah ketika kamu
keluar rumah, dan saya
harus memberikan kaki
saya supaya bisa
mendobrak pintu, dan
membukakan pintu untukmu
ketika pulang. Kamu suka
jalan-jalan ke luar kota
tetapi selalu nyasar di
tempat-tempat baru
yang kamu kunjungi, saya
harus menunggu di rumah
agar bisa memberikan
mata saya untuk
mengarahkanmu. Kamu
selalu pegal-pegal pada
waktu teman baikmu datang setiap bulannya,
dan saya harus memberikan
tangan saya untuk memijat
kakimu yang pegal. Kamu
senang diam di rumah, dan
saya selalu kuatir kamu
akan menjadi aneh. Dan
harus membelikan sesuatu
yang dapat menghiburmu
di rumah atau
meminjamkan lidahku
untuk menceritakan hal-hal
lucu yang aku alami. Kamu
selalu menatap
komputermu, membaca
buku dan itu tidak baik
untuk kesehatan matamu,
saya harus menjaga mata
saya agar ketika kita tua
nanti, saya masih dapat
menolong mengguntingkan
kukumu dan mencabuti
ubanmu. Tanganku
akan memegang tanganmu,
membimbingmu menelusuri
pantai, menikmati matahari
pagi dan pasir yang indah.
Menceritakan warna-warna
bunga yang bersinar dan
indah seperti cantiknya
wajahmu.

Tetapi sayangku, saya
tidak akan mengambil
bunga itu untuk mati.
Karena, saya tidak sanggup
melihat air matamu
mengalir menangisi
kematianku.
Sayangku, saya tahu, ada
banyak orang yang bisa
mencintaimu lebih dari saya
mencintaimu. Untuk itu
sayang, jika semua yang
telah diberikan tanganku,
kakiku, mataku, tidak
cukup bagimu. Aku tidak
bisa menahan dirimu
mencari tangan,
kaki, dan mata lain yang
dapat membahagiakanmu."

Air mata saya jatuh ke atas
tulisannya dan membuat
tintanya menjadi kabur, tetapi
saya tetap berusaha untuk
membacanya.

"Dan sekarang, sayangku,
kamu telah selasai
membaca jawaban saya.
Jika kamu puas dengan
semua jawaban ini, dan
tetap menginginkanku
untuk tinggal di rumah ini,
tolong bukakan pintu
rumah kita, saya sekarang
sedang berdiri disana
menunggu
jawabanmu. Jika kamu tidak
puas, sayangku, biarkan
aku masuk untuk
membereskan
barang-barangku, dan aku
tidak akan mempersulit
hidupmu.
Percayalah, bahagiaku bila
kau bahagia."

Saya segera berlari membuka
pintu dan melihatnya berdiri di
depan pintu dengan wajah
penasaran sambil tangannya
memegang susu dan roti
kesukaanku.

Oh, kini saya tahu, tidak ada
orang yang pernah
mencintai saya lebih dari
dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita
merasa cinta itu telah
berangsur-angsur hilang
dari hati kita karena kita
merasa dia tidak dapat
memberikan cinta dalam
wujud yang kita inginkan,
maka cinta itu
sesungguhnya telah
hadir dalam wujud lain yang
tidak pernah kita
bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita
butuhkan adalah
memahami wujud cinta dari
pasangan kita, dan bukan
mengharapkan wujud
tertentu.

Dari Member :Dreammaker's D.
Leonhart


Hikmah : Di bawah naungan
ajaran Islam, kedua pasangan
suami istri menjalani hidup
mereka dalam kesenyawaan dan
kesatuan dalam segala hal;
kesatuan perasaan, kesatuan
hati dan dorongan, kesatuan
cita-cita dan tujuan akhir hidup
dan lain-lain.

Di antara keagungan al-Qur'an
dan kesempurnaannya, kita
melihat semua makna tersebut,
baik yang sempat terhitung
atau pun tidak, tercermin pada
satu ayat al-Qur'an, yaitu:
"Mereka itu adalah pakaian
bagimu, dan kamu pun adalah
pakaian bagi mereka." (al-
Baqarah:187)


Label:

Indahnya Kesabaran (Based On True Story)

Posted by yudijs | Digital News 4U at Rabu, 05 Januari 2011
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit




Seorang dokter spesialis luka
dalam Riyadh yang bernama Dr.
Khalid Al Jubir berkisah tentang
dirinya dan sahabatnya.
Beginilah kisahnya, selama kuliah
dulu dia memiliki seorang teman
mahasiswa akademi militer.
Dalam semua hal dia memiliki
banyak kelebihan dibanding
teman-temannya yang lain.
Selain baik hati, pemuda ini juga
amat rajin shalat malam dan
tidak pernah lalai menjalankan
shalat lima waktu.

Pemuda ini lulus dengan nilai
memuaskan. Tentu saja ia
sangat ingin senang. Namun tak
ada yang bisa menduga jalannya
takdir. Suatu saat pemuda ini
terserang penyakit influensa,
dan sejak saat itu fisiknya
menjadi lemah hingga mudah
terserang berbagai macam
penyakit. Hingga karena
komplikasi penyakit yang
beragam, ia menjadi lumpuh.
Tubuhnya tidak mampu lagi
digerakkan sama sekali. Semua
dokter yang menanganinya
mengatakan kepada Dr.Khalid,
kalau kemungkinan kesembuhan
untuk pemuda itu sekitar 10%
saja.

Pada saat Dr.Khalid
membesuknya di rumah sakit, ia
melihat pemuda itu tak berdaya
diatas ranjangnya. Dr.Khalaid
datang untuk menghiburnya.
Namun Subhanallah, apa yang ia
dapatkan justru sebaliknya,
wajah pemuda itu cerah jauh
dari mendung kedukaan. Pada
wajah
itu jelas sekali terpancar
cahaya dan kilauan iman.

"Alhamdulillah, saya dalam
keadaan sehat-sehat saja. Saya
berdoa kepada Alloh
Subhanaahuwata'ala semoga
Anda lekas sembuh." kata
Dr.Khalid membuka pembicaraan.
Di luar dugaan pemuda itu
menjawab,"Terimakasih untuk
doamu. Sesungguhnya saudaraku
mungikn saat ini Alloh tengah
menghukumku karena lalai
dalam menghafal Al-Qur'an. Alloh
menguji saya, agar saya segera
menuntaskan hafalan saya.
Sungguh ini adalah nikmat yang
tiada terkira."

Dr.Kahlid terpana mendengar
jawaban menakjubkan itu.
Bagaimana mungkin cobaan
begitu berat yang tengah
dialami pemuda itu dianggap
sebagai suatu nikmat? Benar-
benar ini adalah suatu pelajaran
baru yang amat berharga bagi
dirinya sehingga ia merasa tak
berharga dihadapan pemuda itu.

Dr.kahlid teringat akan sabda
Rasulullah Sallallahu A'laihi
Wassallam : " Sungguh
mengagumkan perkara
seorang mukmin. Seluruh
perkaranya mengandung
kebaikan. Hal ini hanya ada
pada seorang mukmin.
Ketika ia dikaruniai
kesengangan ia bersyukur,
maka hal iti baik baginya.
Dan ketika ia ditimpa
kesedihan, ia
menghadapinya dengan
sabar dan tabah, maka hal
itu baik baginya."
(Riwayat
Muslim)

Jujur saja Dr.Kahalid teramat
mengagumi ketabahan pemuda
itu. Beberapa pekan kemudian ia
membesuk sahabatnya itu,
sepupu sang pemuda
berkata,"Coba gerakkan
kakimu, coba angkat kakimu ke
atas." Pemuda itu
menjawab, "Sungguh saya amat
malu kepada Alloh untuk
terburu-buru sembuh. Jika
kesembuhan itu yang terbaik
bagi Alloh, aku bersyukur.
Namun,
apabila Alloh tidak memberikan
kesembuhan padaku hanya agar
aku tidak melangkah ke
tempat-tempat maksiat aku
pun bersyukur. Alloh Maha Tau
yang terbaik untukku."

Allohu Akbar, betapa kalimat itu
sangat menggetarkan.
Setelah peristiwa itu Dr khalid
menempuh program
magisternya ke luar kota.
Beberapa bulan setelah itu ia
kembali dan yang
pertama diingatnya adalah
pemuda sahabatnya itu. Dalam
benaknya ia berpikir,"Paling
saat ini ia sedang terbaring
lemah di atas kasurnya, jika ia
kemana-mana pastilah ia
digotong."

Ternyata menurut teman-
temannya pemuda itu sudah
pindah ke ruang penyiapan
untuk mendapatkan
pengobatan alami. Pada saat
Dr.Khalid menemuinya, ia tengah
duduk di kursi roda. Dr.Khalid
senang sekali melihatnya
hingga berkali-kali ia
mengucapkan syukur.

Pemuda itu dengan spontan
menyampaikan kabar gembira
yang tak terduga "Alhamdulillah
saya telah menyelesaikan
bacaan Al-Qur'an." katanya
penuh semangat. "Subhanallah" Dr.Khalid memekik kagum. Setiap
kali membesuknya ia selalu
mendapat hikmah yang semakin
mempertebal keimanannya.

Tidak lama berselang, Dr Khalid
kembali pergi ke luar kota
selama empat bulan. Dan selama
itu pula ia tidak pernah
bertemu dengan pemuda
sahabatnya yang sangat tabah
itu. Hingga saat ia kembali, ia
menerima kenyataan yang amat
sulit diterima oleh akal manusia.
Namun, bagi Dzat yang Maha
Tinggi, bukanlah hal yang
mustahil terjadi. Jangankan
hanya sakit, tulang-belulang
yang telah hancur pun bisa
dihidupka kembali menjadi
manusia yang utuh.

Pada waktu Dr.Khalid sedang
shalat di mushalla rumah sakit
itu. Tiba-tiba ia mendengar
sapaan seseorang, "Abu
Muhammad" Reflek dia menoleh
dan pandangan di hadapannya
membuatnya terpana. Ia tak
mampu mengucap sepatah kata
pun. Benar, Wallohi (Demi Alloh-
red) yang berdiri di hadapannya
adalah pemuda sahabatnya
yang dulu lumpuh total. Namun
di hadapannya kini ia dapat
berjalan kembali dengan normal
dan segar bugar. Allohu Akbar,
sesungguhnya keimanan lah
yang dapat memunculkan
keajaiban.

Spontanitas, Dr. Khalid menangis.
Pertama dia menangis karena
terharu dan senang akan
karunia Allah berupa
kesembuhan untuk sahabatnya
itu. Kedua ia menangis untuk
dirinya sendiri yang selama ini
lalai untuk mensyukuri nikmat-
nikmatNya.

Ternyata, karunia untuk
sahabatnya tidak hanya
sebatas itu. Ia diterima sebagai
delegasi Universitas Malik Su'ud
Riyadh, kerajaan Saudi Arabia
untuk melanjutkan studi
magisternya. "Dr. Khalid apa
yang saya terima ini justru
akan menjadi malapetaka bagi
saya jika saya tidak
mensyukurinya." Paparnya
kepada Dr.Khalid

Setelah tujuh tahun, pemuda itu
mengunjungi Dr. Khalid kembali
dalam rangka mengantar
kakeknya yang terkena
penyakit hati. Dan Subhanalloh,
ia telah menjadi seorang mayor!

Dr.Khalid kembali meneteskan
airmatanya. Ia berdoa kepada
Alloh agar pemuda itu selalu
dalam kebaikan dan selalu
istiqomah di dalam iman dan
islam. Sungguh Alloh Maha
Mendengar dan Mengabulkan
permohonan setiap hambaNya.

(True Story, From : Khalid Abu
Shalih)

Sumber : Majalah Elfata, Volume
07 2007

oOo



* Dan barangsiapa yang
bertawakkal kepada Allah
niscaya Allah akan mencukupkan
(keperluannya)
* Dan
barangsiapa yang bertakwa
kepada Allah niscaya Allah
menjadikan baginya kemudahan
dalam urusannya
* Dan
barangsiapa yang bertakwa
kepada Allah niscaya Dia akan
menghapus kesalahan-kesalahan
dan akan melipat gandakan
pahala baginya".
[Ath-Thalaq :3 -
5]


" Alloh adalah yang mencukupi
orang yang bertawakal
kepadanya dan yang
menyandarkan kepada-Nya,
yaitu Dia yang memberi
ketenangan dari ketakutan
orang yang takut, Dia adalah
sebaik-baik pelindung dan
sebaik-baik penolong dan
barangsiapa yang berlindung
kepada-Nya dan meminta
pertolongan dari-Nya dan
bertawakal kepada-Nya, maka
Alloh akan melindunginya,
menjaganya, dan barangsiapa
yang takut kepada Allah, maka
Allah akan membuatnya nyaman
dan tenang dari sesuatu yang
ditakuti dan dikhawatirkan, dan
Alloh akan memberi kepadanya
segala macam ebutuhan yang
bermanfaat".

[Ibnul Qoyyim Al-jauzy/ Kitab
Taisirul Azizil Hamid ]


Label: